Chika udah dari 4taun yang lalu naksir Bian , Naksir cowok yang selalu jadi idola disekolahnya . Dan Chika seneng banget karna akhirnya Bian ngungkapin perasaannya kalo ternyata selama ini Bian juga nyimpen rasa yang sama buat Chika .
Tapi masalahnya sekarang , Chika udah punya Ardio . Cowoknya selama 2taun belakangan ini . Chika sebenernya terpaksa pacaran sama Ardio karna cowok childist yang satu itu sahabatnya Bian . Jadi biar Chika bisa deket juga sama Bian , Chika langsung aja nerima Ardio waktu cowok itu nembak dia dua taun yang lalu.
Jahat sih , tapi gimana ??
Chika udah terlanjur main api , dan sekarang Chika malah jadi bingung sendiri . Tapi jujur , selama pacaran sama Ardio , Cowo yang selalu fun itu sama sekali ga pernah bikin dia marah ,kesel apalagi BT. Ardio selalu melakukan yang terbaik buat Chika . Kapan pun Chika butuh , Ardio selalu ada .tanpa atupun diminta Ardio selalu tau maunya Chika apa. Gimana tega Chika mutusin Ardio gitu aja ?! Apalagi makin kesini Chika juga makin sayang sama Ardio , meskipun sebenernya Chika masih jauh lebih sayang sama Bian daripada sama Ardio , tapi Chika tetep ga bisa kalo harus ngelepas cowok sebaik Ardio .
**
Malem ini Bian ngajak Chika jalan muter* naik motor ninja 250cc-nya . Bian ngajak Chika kebut*an . Chika sih bilang ke Ardio mau ada acara keluarga , jadi kali ini ga bisa malem mingguan sama Ardio.jadinya Sat-nait kali ini pun Ardio cuman pergi ke coffe shop dan nongkrong sendirian .
*
Bian ngajak Chika ke sebuah bukit , disana mereka berdua bisa liat pemandangan kota Bandung yang begitu indah diwaktu malam .
Mereka duduk berdampingan direrumputan ,"kamu harus milih chika , aku ... Atau Ardio ..." , kata Bian memecah keheningan . Chika menatap wajah Bian dari samping dengan tatapan kaget ,"aku ga bisa kaya gini terus , aku pengen jadi yang nomer satu buat kamu .. Aku ga mau berbagi hati sama Ardio . Aku pengen bisa milikin kamu seutuhnya , ga kaya gini ..." , kata Bian dengan serius .
,"kamu masih sayang ga sih Chika , sama aku ?!! Atau kamu lebih sayang sama Ardio daripada aku?",Chika dan Bian sekarang saling bertatapan ,"jawab Chika ...",
Chika mengalihkan pandangannya . Chika bingung mau jawab apa , "aku ... Aku ...", ucap Chika tertahan .
DERT ,, DERT ,,
Hp Chika bergetar ,"Ardio ..." , Bian membuang wajahnya dengan kesal . Chika berdiri dan berjalan menjauh dari Bian .
,"hallo sayang ..", sapa Chika pelan ,
,"dmana ?", tanya Ardio yang masih nongkrong sendirian di coffe shop ,"masih ngumpul sama mma papa .. Knpa ? Kamu dmn ?" ,
,"aku ... Dihatimuu .. Hhhee" ,Chika tersenyum kecil sambil menggeleng pelan, "aku dicoffe shop ay .." ,
,"oya ?sama siapa ?" ,
,"alonee .. ",
Senyuman Chika ilang , harusnya malem ini dia nemenin Ardio ,tapi ini malah ,"maaf ya sayang , aku ga bisa nemenin kamu ..",
,"ih.. Gapapa ko. Tenang aja ... Ya udah deh ay , salam buat papa mama ya .. Missu ay ..dah..",
,"miss u too ..dah .." , bip , telfon terputus dan tiba* saja Bian memeluk tubuh Chika dari belakang ,"jangan tinggalin aku Chika ...". Ucap Bian pelan , dan Chika hanya bisa menghela nafas panjang . Chika bener* bingung sekarang .
***
Chika lagi jalan berdua sama Ardio di ciwalk . abis pergi nonton , mereka langsung makan pizza.
,"ehmmm... Ay , bsok hari apa ayoo ?!" , Chika mengerutkan kedua alisnya ,"hari Sabtu syg .. Kenapa ?" , Ardio malah senyam senyum,"iya .. Dio tau .. Cma ada apa haioo besokk ?" , tanya Ardio lagi , manja . Chika memutar otaknya ,emangnya besok ada apa ?, pikir Chika dalem hati .
Ardio malah makin tersenyum lebar ,"ya udah deh , lupain aja .." , Chika kembali mengerutkan kedua alisnya , heran liat tingkah laku cowoknya itu yang childist banget .
**
Bian minta Chika dateng besok malem buat nonton dia balapan . Sebulan sekali Bian memang suka balapan sama club ninja-nya di sirkuit . Hadiahnya lumayan lah buat nraktir temen-temen . Tapi tujuan utamanya sih bukan itu, Bian cuma pengen nyalurin hobi balapannya .
Bian pengen banget jadi pembalap , tapi papa-nya pengen Bian jadi dokter , makanya Bian cuma bisa jadiin ini sebagai hobi .
,"kenapa harus malem minggu !? Aku ga enak sama Dio Bi .. Aku takut dia curiga .." , kata Chika saat ditelfon Bian , sambil mondar-mandir gelisah dikamarnya ,"aku ga mau tau . Pokonya besok kamu harus dateng . Waktu kamu sama Dio kan ga cuma sat-nait aja . Kmarin2 juga kamu jalan kan sama dia .. " ,
,"tapi ...",
,"udah ah , aku ga mau tau . Bsok kamu harus dateng .. !!" , bip , telfon terputus . Chika duduk diujung tempat tidurnya . Kesal . Chika bingung mau bohong apa lagi kalo besok Ardio ngajak dia jalan .
***
Dari tengah malem sampe siang ini hape Ardio bunyi terus . Ucapan selamat ulang taun datang bertubi* . Sampe sakit jempol Ardio ngebls'in semua pesan yang masuk ,, Tapi ko sampe jam segini Chika belum juga ngasih selamat ya ?? Bian juga engga ?! Apa mereka lagi pada nyiapin suprise buat aku ??! , batin Ardio , kemudian ia tersenyum dengan sangat manis .
**
Chika duduk dikursi penonton . Dia dateng buat nonton Bian . Dan Bian pun terlihat sangat senang . Dari arena balap , Bian sempat melambaikan tangan kearah Chika , dan Chika pun membalas lambaian tangan itu dengan senyuman .
Dari tadi pagi , Chika belum contac2an sama Ardio . Chika sengaja menghindar dari cowoknya itu , dari pada ntar Ardio malah ngajak dia jalan , mending Chika matiin hapenya .
Balapan pun dimulai , gemuruh suara tepuk tangan mulai terdengar . Chika tersenyum kearah Bian sebelum cowok keren yang satu itu melajukan motornya dengan sangat kencang .
Tapi senyuman Chika hilang saat ia tiba* saja inget sama Ardio . Wajah , senyuman , suara Ardio tiba* saja terlintas dibenaknya , membuat perasaannya jadi ga enak .
*
Tepi danau ,
Sejak jam5 sore tadi , Ardio udah ada ditepi danau ini . Dia janjian makan malam disini sama Chika jam7 malam tadi . Sekarang udah jam setengah8 , tapi Chika belum juga dateng .
Beberapa bulan yang lalu , Ardio dan Chika dateng ke tepi danau ini . Ardio minta sama Chika , dihari ulang taunnya nanti , Chika harus dateng tepat jam7 mlm , buat candle light dinner sama dia , tapi sepertinya .. Chika lupa sama permintaannya itu .
Ardio tetap menunggu dan menunggu , meskipun rasanya perasaan sakit mulai merasuki hatinya . Tapi Ardio tetap tersenyum , dan berpikiran positiv ," Chika ga mungkin lupa sama hari ini ..." , ucap Ardio pelan , kemudian ia tersenyum kecil .
*
,"Chika ?" , sapa Tari , teman satu kampusnya ,"hey ..." , mereka pun cipika cipiki. Tari kemudian duduk disamping Chika ,"lo nonton balapan juga ?",tanya Tari ,"iya .. Lo ?" ,
,"gue juga . Kaka gue ikut balapan ini soalnya ." , Chika tersenyum ,"lo pasti nonton Bian kan ? " , Chika mengangguk pelan ,"oiya , Ardio mana ?" ,
,"Dio ..." , ucap Chika tertahan karna bingung ,"iya , Ardio mana ? Gue mau ngucapin happy b'day nii sama dia . Abis gue ga tau nomer hpnya .. Hhhee* ..." ,
Chika terlihat kaget ," b'day ?" ,
,"iya B'day ... Skrng kan tanggal 7 juli , bukannya Ardio lahir tanggal segitu ya ? Gue juga tau dari facebooknya dia say ..",
,,Ya ampun ... Aku lupa kalo hari ini Dio ulang taun ... ,,batin Chika . Chika pun buru* berdiri dan beranjak pergi . Tapi ...
DUARRRRRR , SREEETTTT , suara itu menghentikan langkahnya , "Bian !!!" , teriak Chika saat liat Bian kecelakaan .
**
Waktu menunjukan pukul setengah9 malam . Ardio masih duduk dikursi meja makannya . Meja makan dengan sebuah lilin dan hidangan makan malam yang sudah ia siapkan sedari tadi .
Hujan tiba* saja turun dengan sangat deras . Ardio tetap terdiam dikursinya . Tapi tangan kananya mengepal menahan marah . Rusak sudah rencana indahnya malam ini .
Ardio masuk kedalam mobil dengan keadaan basah kuyup . Ardio menyatukan keningnya ke stir mobil . Ardio merasa sangat sedih .
Tiba* saja ponselnya berbunyi ,"hallo ." , ucap Ardio dengan serak menahan tangis .
**
Ardio buru* pergi kerumah sakit setelah dapet telfon kalo Bian kecelakaan . Saat Ardio masuk ruang UGD , dia tanya keberadaan Bian . Setelah tau , Ardio membuka pelahan tirai yang kata salah satu perawat tempat Bian ditangani ,
Ardio kaget saat liat ada seorang cewe yang membelakanginya , tengah duduk dikursi samping ranjang Bian . Ardio memilih untuk bersembunyi dibalik tirai ,
,"udah baikan ?", tanya cewe itu . Dan suara cewe itu sepertinya familiar ditelinga Ardio ,"Chika ..." ,ucap Ardio pelan ,"jangan balapan lagi yaa... Aku takut banget kehilangan kamu Bian..." ,ucap Chika dengan air mata yang terus mengalir,
,"maafin aku ya sayang .. Aku udah buat kamu khawatir .. Aku janji , aku ga akan balapan lagi .. Demi kamu .." , ucap Bian lemah ,
Ardio perlahan membuka tirai . Chika menoleh kebelakang , dan betapa kagetnya ia , begitu juga dengan Bian , saat melihat orang yang masuk itu adalah Ardio .
Ardio tersenyum dengan mata berkaca* ,"hay ..." , ucap Ardio dengan suara bergetar . Ardio berjalan kesamping ranjang Bian . Chika berdiri dengan perasaan ga karuan , Bian sendiri malah ngerasa takut , mungkin karna hati kecil Bian ga bisa bohong kalo dia emang ngerasa salah sama sahabatnya itu ,Ardio tertawa kecil,"makanya dong Yan ... Kalo balapan .. Jangan ngebut-ngebut ... " , Ardio tertawa lagi ,
Sedangkan Chika dan Bian , hanya saling diam ,"Chika .. Dio nitip Bian ya .. Jagain dia .. Jangan sampe dia balapan lagi ..." ,ucap Ardio berusaha tetap tenang meskipun hatinya sangat sakit .
**
Ardio ga sanggup kalo harus lama* berada didalam ruangan itu . Berada lama* bersama dua orang yang sangat disayanginya , namun mengkhianati rasa cinta dan kepercayaannya .
Ardio berjalan lemah dikoridor rumah sakit yang sepi dengan perasaan sesak dan kecewa yang teramat sangat .
,"Dio !!!" ,panggilan Chika menghentikan langkah Ardio . Ardio membalikan badannya , kemudian tersenyum . Chika berjalan semakin mendekatinya . Chika menitikan air mata saat melihat wajah Ardio yang sudah basah oleh air matanya . Kedua mata Ardio pun terlihat bengkak dan kemerahan.
,"maaf...", ucap Chika pelan kemudian memeluk tubuh Ardio. Ardio pun membalas pelukan itu . Tangisan Chika pecah dalam pelukan Ardio . Pelukan cowok yang udah dia sakitin hatinya , pelukan cowok yang sangat tulus menyayangi dan mencintainya ,"Dio cuma pengen kamu bahagia Chika ... Kalo kamu nemuin kebahagiaan itu sama Bian .. Dio gapapa .. Dio rela ..." ,
Chika semakin erat memeluk tubuh Ardio . Perasaan bersalah Chika semakin besar . Ardio ga pantes dapet rasa sakit kaya gini .. Ardio terlalu baik hatinya untuk dapat pengkhianatan seperti ini .
***
Ardio dan Chika udah putus . Chika pun akhirnya jadian sama Bian . Hubungan mereka sekarang udah jalan 4bulan .
Hubungan Chika , Bian dan Ardio tetap berjalan dengan baik . Meskipun Ardio aga sedikit menjauh , tapi Ardio tetep care sama Bian . Ardio selalu ngingetin Bian buat control ke dr bahkan kalo sempet Ardio langsung yang nganterin Bian ke rumah sakit .
Chika bahagia sama Bian , apalagi sekarang Bian jauh lebih baik . Dia ga pernah balapan lagi , kuliah kedokterannya pun jadi makin serius , makin sayang makin perhatian sama Chika , tapi Chika ngerasain hal yang lain . Banyak hal dan kebahagiaan lain yang ga Chika rasain saat Chika bersama Bian .
Chika selalu inget sama Ardio . Gimana cara Ardio ngertiin dia , manjain dia , perhatian dan sayang sama dia . Bian pun ga kalah sama Ardio , cuma sekarang Chika sadar , kalo Ardio segalanya buat Chika . Ketulusan Ardio udah bikin Chika sadar kalo Chika sebenernya cuma punya satu cinta , yaitu Ardio .
,"tapi aku juga sayang dan cinta sama kamu Chika ... Kenapa kamu jadi kaya gini sih ?!! ", tanya Bian emosi saat Chika mengutarakan perasaannya saat ini sama Bian .
Sore ini Chika ngajak Bian ketemuan ditaman belakang kampus . Chika minta putus sama Bian dan menjelaskan semuanya,"aku tau dan aku yakin kalo kamu emang sayang sama aku Bian ... Tapi justru aku yang ga yakin sama perasaan aku ke kamu ..." ,
,"kenapa kamu bisa ga yakin ?? 4taun kamu nunggu aku ? Ga mungkin kamu lebih sayang dan cinta sama Ardio yang cuma dua taun ngisi hari* kamu ..." ,
,"dua taunnya dia pake rasa tulus Bian .. Dan 4taunnya kamu dulu ga jelas kan !?" ,
Bian terdiam dengan kesal ,"kalo kamu lebih milih Ardio daripada aku , aku ga mau sahabatan lagi sama dia .. Karna dia udah ngerebut kamu dari aku !!!" ,
Chika tersenyum kecil ,"itu terserah kamu , tapi aku udah milih Ardio buat ngisi hati aku saat ini , besok , dan entah sampe kapan ... Maav Bian .. Tapi aku udah ga bisa sama kamu lagi .. Aku harap kamu bisa ngerti ..." , Chika membalikan badannya kemudian pergi .
Tapi Chika sempat menhentikan langkahnya , "oia , satu lagi ... Ardio ga akan pernah rugi kehilangan sahabat kaya kamu .. Aku saranin , jangan pernah ngelepas sahabat sebaik dia Bian ..." , Chika tersenyum lalu melanjutkan langkahnya .
***
Chika ngejar Ardio ke bandara saat dia tau kalo Ardio mau ngelanjutin kuliahnya di luar negeri . Untungnya pas Chika sampe bandara , Ardio juga baru nyampe .
,"kamu ngapain kesini ay ?? Eh , chika ??" , Chika tersenyum kecil saat Ardio masih memanggilnya ' ay ' ,,
,"aku mau bilang , kalo aku ga mau kehilangan kamu ..." ,kata Chika to the point ,"loh ? Bian mau dikemanain ?" , tanya Ardio ,"udah* jangan bahas dia lagi , pkonya kamu mau ga nerima aku lagi jadi pacar kamu ?!" ,
Ardio terlihat bingung ," ga mau ah ..." ,
Sekarang giliran Chika yang terlihat kaget . Ardio kemudian tersenyum ,"ga mau kalo aku ditembak sama kamu ... Yang ada juga aku yang seharusnya nembak ..." ,Chika terlihat lega .
Ardio kini berdahapan dengan Chika. ia menarik kedua tangan Chika , lalu menggenggam tangan itu . Ardio terlihat kebingungan , liat kanan kiri , mencari sesuatu ,"kamu kenapa ?" ,tanya Chika bingung ," aku nyari tukang pistol , kan aku mau nembak kamu ..." ,
Chika tertawa kecil ,"Chika sayang ... Kamu mau ga , jadi cewek aku ... Lagii ..." , Chika tertawa kecil lagi ,"eh ... Seriusan ..." ,
,"serius udah bubar .." , celetuk Chika ,"ya udah deh , dangdutan aja gimana ?" ,
Chika kemudian memeluk Ardio dengan senyuman , dan Ardio pun membalas pelukan itu dengan erat ,"aku mau jadi cewek kamu lagi Yo ... Kamu cepet pulang ya .. Jangan lama-lama .. Aku pasti bakal selalu kangen sama kamu ..." ,
Ardio menganggukan kepalanya ," pokonya ay , ntar aku pulang .. Kita langsung tunangan ya ..." , Chika menganggukan kepalanya dan semakin erat memeluk tubuh Ardio .
***
3taun kemudian ,
Seminggu setelah kepulangan Ardio dari Paris , Ardio langsung nepatin janjinya buat tunangan sama Chika .
Bian ga dateng ke acara pesta pertunangan mereka , karna Bian masih ga terima sama keputusan Chika . Orang selama 3taun Ardio di luar negeri , Bian ga pernah lelah buat ngejar* Chika . Bian selalu berusaha untuk ngedapetin Chika dan ngerebut Chika lagi dari Ardio .
Tapi sayang , Chika bener* udah cinta mati sama Ardio , dan dia kali ini setia sama Ardio dan janjinya sendiri bahwa Ardio adalah cintanya saat ini , besok dan entah sampai kapan . Bye bye Bian ...
Ketulusan memang mampu mengubah segalanya ...
Sumber : Qizzy's Fb
Tapi masalahnya sekarang , Chika udah punya Ardio . Cowoknya selama 2taun belakangan ini . Chika sebenernya terpaksa pacaran sama Ardio karna cowok childist yang satu itu sahabatnya Bian . Jadi biar Chika bisa deket juga sama Bian , Chika langsung aja nerima Ardio waktu cowok itu nembak dia dua taun yang lalu.
Jahat sih , tapi gimana ??
Chika udah terlanjur main api , dan sekarang Chika malah jadi bingung sendiri . Tapi jujur , selama pacaran sama Ardio , Cowo yang selalu fun itu sama sekali ga pernah bikin dia marah ,kesel apalagi BT. Ardio selalu melakukan yang terbaik buat Chika . Kapan pun Chika butuh , Ardio selalu ada .tanpa atupun diminta Ardio selalu tau maunya Chika apa. Gimana tega Chika mutusin Ardio gitu aja ?! Apalagi makin kesini Chika juga makin sayang sama Ardio , meskipun sebenernya Chika masih jauh lebih sayang sama Bian daripada sama Ardio , tapi Chika tetep ga bisa kalo harus ngelepas cowok sebaik Ardio .
**
Malem ini Bian ngajak Chika jalan muter* naik motor ninja 250cc-nya . Bian ngajak Chika kebut*an . Chika sih bilang ke Ardio mau ada acara keluarga , jadi kali ini ga bisa malem mingguan sama Ardio.jadinya Sat-nait kali ini pun Ardio cuman pergi ke coffe shop dan nongkrong sendirian .
*
Bian ngajak Chika ke sebuah bukit , disana mereka berdua bisa liat pemandangan kota Bandung yang begitu indah diwaktu malam .
Mereka duduk berdampingan direrumputan ,"kamu harus milih chika , aku ... Atau Ardio ..." , kata Bian memecah keheningan . Chika menatap wajah Bian dari samping dengan tatapan kaget ,"aku ga bisa kaya gini terus , aku pengen jadi yang nomer satu buat kamu .. Aku ga mau berbagi hati sama Ardio . Aku pengen bisa milikin kamu seutuhnya , ga kaya gini ..." , kata Bian dengan serius .
,"kamu masih sayang ga sih Chika , sama aku ?!! Atau kamu lebih sayang sama Ardio daripada aku?",Chika dan Bian sekarang saling bertatapan ,"jawab Chika ...",
Chika mengalihkan pandangannya . Chika bingung mau jawab apa , "aku ... Aku ...", ucap Chika tertahan .
DERT ,, DERT ,,
Hp Chika bergetar ,"Ardio ..." , Bian membuang wajahnya dengan kesal . Chika berdiri dan berjalan menjauh dari Bian .
,"hallo sayang ..", sapa Chika pelan ,
,"dmana ?", tanya Ardio yang masih nongkrong sendirian di coffe shop ,"masih ngumpul sama mma papa .. Knpa ? Kamu dmn ?" ,
,"aku ... Dihatimuu .. Hhhee" ,Chika tersenyum kecil sambil menggeleng pelan, "aku dicoffe shop ay .." ,
,"oya ?sama siapa ?" ,
,"alonee .. ",
Senyuman Chika ilang , harusnya malem ini dia nemenin Ardio ,tapi ini malah ,"maaf ya sayang , aku ga bisa nemenin kamu ..",
,"ih.. Gapapa ko. Tenang aja ... Ya udah deh ay , salam buat papa mama ya .. Missu ay ..dah..",
,"miss u too ..dah .." , bip , telfon terputus dan tiba* saja Bian memeluk tubuh Chika dari belakang ,"jangan tinggalin aku Chika ...". Ucap Bian pelan , dan Chika hanya bisa menghela nafas panjang . Chika bener* bingung sekarang .
***
Chika lagi jalan berdua sama Ardio di ciwalk . abis pergi nonton , mereka langsung makan pizza.
,"ehmmm... Ay , bsok hari apa ayoo ?!" , Chika mengerutkan kedua alisnya ,"hari Sabtu syg .. Kenapa ?" , Ardio malah senyam senyum,"iya .. Dio tau .. Cma ada apa haioo besokk ?" , tanya Ardio lagi , manja . Chika memutar otaknya ,emangnya besok ada apa ?, pikir Chika dalem hati .
Ardio malah makin tersenyum lebar ,"ya udah deh , lupain aja .." , Chika kembali mengerutkan kedua alisnya , heran liat tingkah laku cowoknya itu yang childist banget .
**
Bian minta Chika dateng besok malem buat nonton dia balapan . Sebulan sekali Bian memang suka balapan sama club ninja-nya di sirkuit . Hadiahnya lumayan lah buat nraktir temen-temen . Tapi tujuan utamanya sih bukan itu, Bian cuma pengen nyalurin hobi balapannya .
Bian pengen banget jadi pembalap , tapi papa-nya pengen Bian jadi dokter , makanya Bian cuma bisa jadiin ini sebagai hobi .
,"kenapa harus malem minggu !? Aku ga enak sama Dio Bi .. Aku takut dia curiga .." , kata Chika saat ditelfon Bian , sambil mondar-mandir gelisah dikamarnya ,"aku ga mau tau . Pokonya besok kamu harus dateng . Waktu kamu sama Dio kan ga cuma sat-nait aja . Kmarin2 juga kamu jalan kan sama dia .. " ,
,"tapi ...",
,"udah ah , aku ga mau tau . Bsok kamu harus dateng .. !!" , bip , telfon terputus . Chika duduk diujung tempat tidurnya . Kesal . Chika bingung mau bohong apa lagi kalo besok Ardio ngajak dia jalan .
***
Dari tengah malem sampe siang ini hape Ardio bunyi terus . Ucapan selamat ulang taun datang bertubi* . Sampe sakit jempol Ardio ngebls'in semua pesan yang masuk ,, Tapi ko sampe jam segini Chika belum juga ngasih selamat ya ?? Bian juga engga ?! Apa mereka lagi pada nyiapin suprise buat aku ??! , batin Ardio , kemudian ia tersenyum dengan sangat manis .
**
Chika duduk dikursi penonton . Dia dateng buat nonton Bian . Dan Bian pun terlihat sangat senang . Dari arena balap , Bian sempat melambaikan tangan kearah Chika , dan Chika pun membalas lambaian tangan itu dengan senyuman .
Dari tadi pagi , Chika belum contac2an sama Ardio . Chika sengaja menghindar dari cowoknya itu , dari pada ntar Ardio malah ngajak dia jalan , mending Chika matiin hapenya .
Balapan pun dimulai , gemuruh suara tepuk tangan mulai terdengar . Chika tersenyum kearah Bian sebelum cowok keren yang satu itu melajukan motornya dengan sangat kencang .
Tapi senyuman Chika hilang saat ia tiba* saja inget sama Ardio . Wajah , senyuman , suara Ardio tiba* saja terlintas dibenaknya , membuat perasaannya jadi ga enak .
*
Tepi danau ,
Sejak jam5 sore tadi , Ardio udah ada ditepi danau ini . Dia janjian makan malam disini sama Chika jam7 malam tadi . Sekarang udah jam setengah8 , tapi Chika belum juga dateng .
Beberapa bulan yang lalu , Ardio dan Chika dateng ke tepi danau ini . Ardio minta sama Chika , dihari ulang taunnya nanti , Chika harus dateng tepat jam7 mlm , buat candle light dinner sama dia , tapi sepertinya .. Chika lupa sama permintaannya itu .
Ardio tetap menunggu dan menunggu , meskipun rasanya perasaan sakit mulai merasuki hatinya . Tapi Ardio tetap tersenyum , dan berpikiran positiv ," Chika ga mungkin lupa sama hari ini ..." , ucap Ardio pelan , kemudian ia tersenyum kecil .
*
,"Chika ?" , sapa Tari , teman satu kampusnya ,"hey ..." , mereka pun cipika cipiki. Tari kemudian duduk disamping Chika ,"lo nonton balapan juga ?",tanya Tari ,"iya .. Lo ?" ,
,"gue juga . Kaka gue ikut balapan ini soalnya ." , Chika tersenyum ,"lo pasti nonton Bian kan ? " , Chika mengangguk pelan ,"oiya , Ardio mana ?" ,
,"Dio ..." , ucap Chika tertahan karna bingung ,"iya , Ardio mana ? Gue mau ngucapin happy b'day nii sama dia . Abis gue ga tau nomer hpnya .. Hhhee* ..." ,
Chika terlihat kaget ," b'day ?" ,
,"iya B'day ... Skrng kan tanggal 7 juli , bukannya Ardio lahir tanggal segitu ya ? Gue juga tau dari facebooknya dia say ..",
,,Ya ampun ... Aku lupa kalo hari ini Dio ulang taun ... ,,batin Chika . Chika pun buru* berdiri dan beranjak pergi . Tapi ...
DUARRRRRR , SREEETTTT , suara itu menghentikan langkahnya , "Bian !!!" , teriak Chika saat liat Bian kecelakaan .
**
Waktu menunjukan pukul setengah9 malam . Ardio masih duduk dikursi meja makannya . Meja makan dengan sebuah lilin dan hidangan makan malam yang sudah ia siapkan sedari tadi .
Hujan tiba* saja turun dengan sangat deras . Ardio tetap terdiam dikursinya . Tapi tangan kananya mengepal menahan marah . Rusak sudah rencana indahnya malam ini .
Ardio masuk kedalam mobil dengan keadaan basah kuyup . Ardio menyatukan keningnya ke stir mobil . Ardio merasa sangat sedih .
Tiba* saja ponselnya berbunyi ,"hallo ." , ucap Ardio dengan serak menahan tangis .
**
Ardio buru* pergi kerumah sakit setelah dapet telfon kalo Bian kecelakaan . Saat Ardio masuk ruang UGD , dia tanya keberadaan Bian . Setelah tau , Ardio membuka pelahan tirai yang kata salah satu perawat tempat Bian ditangani ,
Ardio kaget saat liat ada seorang cewe yang membelakanginya , tengah duduk dikursi samping ranjang Bian . Ardio memilih untuk bersembunyi dibalik tirai ,
,"udah baikan ?", tanya cewe itu . Dan suara cewe itu sepertinya familiar ditelinga Ardio ,"Chika ..." ,ucap Ardio pelan ,"jangan balapan lagi yaa... Aku takut banget kehilangan kamu Bian..." ,ucap Chika dengan air mata yang terus mengalir,
,"maafin aku ya sayang .. Aku udah buat kamu khawatir .. Aku janji , aku ga akan balapan lagi .. Demi kamu .." , ucap Bian lemah ,
Ardio perlahan membuka tirai . Chika menoleh kebelakang , dan betapa kagetnya ia , begitu juga dengan Bian , saat melihat orang yang masuk itu adalah Ardio .
Ardio tersenyum dengan mata berkaca* ,"hay ..." , ucap Ardio dengan suara bergetar . Ardio berjalan kesamping ranjang Bian . Chika berdiri dengan perasaan ga karuan , Bian sendiri malah ngerasa takut , mungkin karna hati kecil Bian ga bisa bohong kalo dia emang ngerasa salah sama sahabatnya itu ,Ardio tertawa kecil,"makanya dong Yan ... Kalo balapan .. Jangan ngebut-ngebut ... " , Ardio tertawa lagi ,
Sedangkan Chika dan Bian , hanya saling diam ,"Chika .. Dio nitip Bian ya .. Jagain dia .. Jangan sampe dia balapan lagi ..." ,ucap Ardio berusaha tetap tenang meskipun hatinya sangat sakit .
**
Ardio ga sanggup kalo harus lama* berada didalam ruangan itu . Berada lama* bersama dua orang yang sangat disayanginya , namun mengkhianati rasa cinta dan kepercayaannya .
Ardio berjalan lemah dikoridor rumah sakit yang sepi dengan perasaan sesak dan kecewa yang teramat sangat .
,"Dio !!!" ,panggilan Chika menghentikan langkah Ardio . Ardio membalikan badannya , kemudian tersenyum . Chika berjalan semakin mendekatinya . Chika menitikan air mata saat melihat wajah Ardio yang sudah basah oleh air matanya . Kedua mata Ardio pun terlihat bengkak dan kemerahan.
,"maaf...", ucap Chika pelan kemudian memeluk tubuh Ardio. Ardio pun membalas pelukan itu . Tangisan Chika pecah dalam pelukan Ardio . Pelukan cowok yang udah dia sakitin hatinya , pelukan cowok yang sangat tulus menyayangi dan mencintainya ,"Dio cuma pengen kamu bahagia Chika ... Kalo kamu nemuin kebahagiaan itu sama Bian .. Dio gapapa .. Dio rela ..." ,
Chika semakin erat memeluk tubuh Ardio . Perasaan bersalah Chika semakin besar . Ardio ga pantes dapet rasa sakit kaya gini .. Ardio terlalu baik hatinya untuk dapat pengkhianatan seperti ini .
***
Ardio dan Chika udah putus . Chika pun akhirnya jadian sama Bian . Hubungan mereka sekarang udah jalan 4bulan .
Hubungan Chika , Bian dan Ardio tetap berjalan dengan baik . Meskipun Ardio aga sedikit menjauh , tapi Ardio tetep care sama Bian . Ardio selalu ngingetin Bian buat control ke dr bahkan kalo sempet Ardio langsung yang nganterin Bian ke rumah sakit .
Chika bahagia sama Bian , apalagi sekarang Bian jauh lebih baik . Dia ga pernah balapan lagi , kuliah kedokterannya pun jadi makin serius , makin sayang makin perhatian sama Chika , tapi Chika ngerasain hal yang lain . Banyak hal dan kebahagiaan lain yang ga Chika rasain saat Chika bersama Bian .
Chika selalu inget sama Ardio . Gimana cara Ardio ngertiin dia , manjain dia , perhatian dan sayang sama dia . Bian pun ga kalah sama Ardio , cuma sekarang Chika sadar , kalo Ardio segalanya buat Chika . Ketulusan Ardio udah bikin Chika sadar kalo Chika sebenernya cuma punya satu cinta , yaitu Ardio .
,"tapi aku juga sayang dan cinta sama kamu Chika ... Kenapa kamu jadi kaya gini sih ?!! ", tanya Bian emosi saat Chika mengutarakan perasaannya saat ini sama Bian .
Sore ini Chika ngajak Bian ketemuan ditaman belakang kampus . Chika minta putus sama Bian dan menjelaskan semuanya,"aku tau dan aku yakin kalo kamu emang sayang sama aku Bian ... Tapi justru aku yang ga yakin sama perasaan aku ke kamu ..." ,
,"kenapa kamu bisa ga yakin ?? 4taun kamu nunggu aku ? Ga mungkin kamu lebih sayang dan cinta sama Ardio yang cuma dua taun ngisi hari* kamu ..." ,
,"dua taunnya dia pake rasa tulus Bian .. Dan 4taunnya kamu dulu ga jelas kan !?" ,
Bian terdiam dengan kesal ,"kalo kamu lebih milih Ardio daripada aku , aku ga mau sahabatan lagi sama dia .. Karna dia udah ngerebut kamu dari aku !!!" ,
Chika tersenyum kecil ,"itu terserah kamu , tapi aku udah milih Ardio buat ngisi hati aku saat ini , besok , dan entah sampe kapan ... Maav Bian .. Tapi aku udah ga bisa sama kamu lagi .. Aku harap kamu bisa ngerti ..." , Chika membalikan badannya kemudian pergi .
Tapi Chika sempat menhentikan langkahnya , "oia , satu lagi ... Ardio ga akan pernah rugi kehilangan sahabat kaya kamu .. Aku saranin , jangan pernah ngelepas sahabat sebaik dia Bian ..." , Chika tersenyum lalu melanjutkan langkahnya .
***
Chika ngejar Ardio ke bandara saat dia tau kalo Ardio mau ngelanjutin kuliahnya di luar negeri . Untungnya pas Chika sampe bandara , Ardio juga baru nyampe .
,"kamu ngapain kesini ay ?? Eh , chika ??" , Chika tersenyum kecil saat Ardio masih memanggilnya ' ay ' ,,
,"aku mau bilang , kalo aku ga mau kehilangan kamu ..." ,kata Chika to the point ,"loh ? Bian mau dikemanain ?" , tanya Ardio ,"udah* jangan bahas dia lagi , pkonya kamu mau ga nerima aku lagi jadi pacar kamu ?!" ,
Ardio terlihat bingung ," ga mau ah ..." ,
Sekarang giliran Chika yang terlihat kaget . Ardio kemudian tersenyum ,"ga mau kalo aku ditembak sama kamu ... Yang ada juga aku yang seharusnya nembak ..." ,Chika terlihat lega .
Ardio kini berdahapan dengan Chika. ia menarik kedua tangan Chika , lalu menggenggam tangan itu . Ardio terlihat kebingungan , liat kanan kiri , mencari sesuatu ,"kamu kenapa ?" ,tanya Chika bingung ," aku nyari tukang pistol , kan aku mau nembak kamu ..." ,
Chika tertawa kecil ,"Chika sayang ... Kamu mau ga , jadi cewek aku ... Lagii ..." , Chika tertawa kecil lagi ,"eh ... Seriusan ..." ,
,"serius udah bubar .." , celetuk Chika ,"ya udah deh , dangdutan aja gimana ?" ,
Chika kemudian memeluk Ardio dengan senyuman , dan Ardio pun membalas pelukan itu dengan erat ,"aku mau jadi cewek kamu lagi Yo ... Kamu cepet pulang ya .. Jangan lama-lama .. Aku pasti bakal selalu kangen sama kamu ..." ,
Ardio menganggukan kepalanya ," pokonya ay , ntar aku pulang .. Kita langsung tunangan ya ..." , Chika menganggukan kepalanya dan semakin erat memeluk tubuh Ardio .
***
3taun kemudian ,
Seminggu setelah kepulangan Ardio dari Paris , Ardio langsung nepatin janjinya buat tunangan sama Chika .
Bian ga dateng ke acara pesta pertunangan mereka , karna Bian masih ga terima sama keputusan Chika . Orang selama 3taun Ardio di luar negeri , Bian ga pernah lelah buat ngejar* Chika . Bian selalu berusaha untuk ngedapetin Chika dan ngerebut Chika lagi dari Ardio .
Tapi sayang , Chika bener* udah cinta mati sama Ardio , dan dia kali ini setia sama Ardio dan janjinya sendiri bahwa Ardio adalah cintanya saat ini , besok dan entah sampai kapan . Bye bye Bian ...
Ketulusan memang mampu mengubah segalanya ...
Sumber : Qizzy's Fb








0 komentar:
Posting Komentar